Sabtu, 24 Maret 2012

Lirik lagu Gee SNSD


Gee
oleh: SNSD

[Tiffany] Ah! Listen Boy My First Love Story
[Jessica] My Angel and My Girls
My sunshine
Oh! Oh! let's go!

[Seohyun] Neomu neomu meotjyeo nooni nooni busyeo
Sumeul moht shigesseo tteollineun geol

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

[Tiffany] O neomu bukkeureoweo chyeodabol su eobseo
Saranghae ppajyeosseo sujubeun geol

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

[Sunny] Eotteoke hajyo [Yoona] (eotteokhajyo)
[Sunny] Tteullineun maeum [Yoona] (ddeuleeneun maeum)
[Sunny] (Dugeun dugeun dugeun dugeun) [Yoona] dugeundugeun georyeo
[Sunny & Yoona] bamen jamdo mot eerujyo

[Jessica] Naneun naneun babongabwayo
Geudae geudae bakke moleuneun babo
Geulaeyo geudael boneun nan

[All] Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~)

[Sunny] O neomu neomu yeppeo mami neomu yeppeo
Cheot nune banhaetseo kkok jjipeun gul

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

[Sooyoung] Neomuna ddewguhwuh manjil suga eopseo
Saranghae tabeoryeo hookkeunhan geol

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

[Seohyun] Eojjeomyeon joa [Hyoyeon] (eojjeomyeon joayo)
[Seohyun] Soojoobeun naneun [Hyoyeon] (soojoobeun naneunyo)
[Seohyun] (Molla molla molla molla) [Hyoyeon] mollahamyeo maeil
[Seohyun & Hyoyeon] geudaeman geurijyo

[Taeyeon] Chinhan chingudeureun malhajyo
Jeongmal neoneun jeongmal motmalryeo babo
Hajiman geudael boneun nan

[All] Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~)

[Yuri] Maldo mothaet geol
Neomu bukkeureoweo haneun nan

[Taeyeon] Yongiga eopneun geolkka
Eotteokhaeya joeun geolkka
[Taeyeon & Jessica] Dugeun dogeun mam jorimyeo barabogo itneun nan (ya~)

[All] Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~)

Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no
Neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh
Neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee
O juhjeun nunbit (oh yeah~) oh joeun hyanggee (oh yeah yeah yeah~)

Jumat, 23 Maret 2012

Seni rupa dan Perkembangannya


Seni rupa adalah  cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis ,  bidang ,bentukvolumewarnatekstur,dan  pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murnikriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
Perkembangan seni rupa murni nusantara

1.Zaman prasejarah
2.zaman hindu budha
3.Zaman Islam
4.Zaman Indoneia baru
Zaman prasejarah dimana manusia belum mengenal tulisan dan belum menetap menyatu dengan alam
Contoh karya :
1.  Fetis : adalah benda bertuah berupa jimat dipercaya dapat melindungi pemakainay
2.  Totem : Sosok setengah manusia setengah binatang yang dijelmakan dalam bentuk hiasan, lukisan dan patung
3.  Filosofis : karya seni yang di ilhami tradisi animis/magis
4.  Bahan : kayu,batu dan perunggu

Zaman Hindu Budha,sudah bertempat tinggal tetap,ahli dalam bercocok tanam
Bentuk karya :
1.  Seni bangunan,candi,prasasti,arca dan singgasana raja.
2.  Motif hias bunga teratai sabagai simbol ketuhanan
3.  Swastika : Lambang energi keselarasan kosmos
4.  Kalamakara : melambangkan waktu dan sumber kehidupan
5.  Kinara sejenis mahluk setengah  manusia setengah burung sebagai lambang dewa penghuni  langit.

Zaman Islam mulai berkembang pada abad 13 Masehi
Bentuk seni :
1.  Wayang,keris,batu nisan,kaligrafi arab,dan kain batik
2.  Seni bangunan,mesjid,mihrab,membar,Istana,dan pintu gerbang.
3.  Ragam hias pola geometri dengan motif tumbuhan menghindari motif manusia dan hewan.

Seni lukis
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Seni lukis merupakan seni yang mengekspresikan pengalaman arteristik seseorang seniman melalui bidang dua dimensi.

Sejarah umum seni lukis

1. Zaman prasejarah

Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang,kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahandedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra(dua dimensi, dimensi datar).
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.
Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.

2. Seni lukis zaman klasik

Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:
§  Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
§  Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),
Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal.

3. Sejarah seni lukis di Indonesia

Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini.
Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda. Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama. Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah "kerakyatan". Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi.
Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi.
Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”, dan “Performance Art”, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi merupakan bisnis alternatif investasi.

Aliran seni lukis

1.Surrealisme

Lukisan aliran surrealisme ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi dan sebenarnya bentuk dari gudang fikiran bawah sadar manusia. Pelukis berusaha untuk membebaskan fikirannya dari bentuk fikiran logis kemudian menuangkan setiap bagian dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali

2.Kubisme

Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

3.Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.
Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh

 

Aliran lain

§  Dadaisme
§  Fauvisme
§  Realisme
§  De Stijl

Pelukis terkenal Indonesia

§  Affandi
§  Dullah
§  Herry Dim
§  Jeihan
§  Mario B

Macam-macam Majas Dan Contohnya,,,


Bottom of Form
Macam Macam Majas dan Contohnya :

1) Majas Metafora : Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh : Raja siang, kambing hitam

2) Majas Alegori : Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi

3) Majas Personifikasi : Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk

4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) : Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk

5) Majas Antilesis : Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba

6) Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan

7) Majas Ironi : Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca

8) Majas Litotes : Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )

9) Majas Sinisme : Majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal


10) Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis

11) Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu barang. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang

12) Majas Alusio : Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945

13) Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan

14) Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )

15) Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia

16) Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan

17) Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa

18) Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek

19) Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?

20) Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?

21) Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah

22) Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku

23) Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu

24) Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya

25) Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain. Contoh : Dia menjadi lintah darat

26) Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya. Contoh : Si pincang, Si
jangkung, Si kribo

27) Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya..

Sabtu, 03 Maret 2012

Kim Yoon A
















Lirik Lagu Sory-Sory(SNSD)


Sorry Sorry
oleh: SNSD

[Taeyeon]
Baraboneun nunbit soge
Nunbit soge naneun machi
Naneun machi mwoe hollin nom
[SeoHyun]
Ijen beoseonajido motae
[Jessica]
Georeooneun neoui moseup
Neoui moseup neoneun machi
Nae simjangeul barpgo wannabwa
[Taeyeon]
Ijen beoseonajido motae

[SeoHyun]
Eodil gana dangdanghage
Utneun neoneun maeryeokjeok
[Sunny]
Chakhan yeoja ilsaegiran
Saenggakdeureun bopyeonjeok
[Seohyun]
Dodohage geochim eopge
Jeongmal neoneun hwansangjeok
[Sunny]
Dorikil su eobseulmankeum
Nege ppajyeo beoryeosseo

[All]
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby

Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta
Nege banhaebeoryeosseo
[Taeyeon]baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta ttarappappara

[Tiffany]
Hey ije geuman naege wajullae
Jeongmal michil geotman gata yeah
[Taeyeon]
Nan neoman saranghago sipeo
Jeoldae dasi hannun pal saenggak eobseo hey

[SeoHyun]
Aeiniragiboda chingugateun
Naega doego sipeo
[Tiffany]
Neoui modeun gomin seulpeum
Hamkke ganjikhagopa
[Sunny]
Dasi eobseul mankeum mankeum
Neoreul neomu saranghae
[SeoHyun & Jessica]
Naega baran saram niga baro geu
That that that girl

[All]
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby

[Jessica] Aww, Shawty
[Taeyeon] hoooo hooo oooh yeah
[Taeyeon] Shawty
[Tiffany] Hahaha